Kondisi Peak Season Umrah 2026 Chaos! Chatour Travel Ungkap Rahasia Ribuan Jamaahnya Tetap Aman Tanpa 'Tagihan Gelap'

22 January 2026 10:07
Kondisi Peak Season Umrah 2026 Chaos! Chatour Travel Ungkap Rahasia Ribuan Jamaahnya Tetap Aman Tanpa 'Tagihan Gelap'

Hati-hati! Skandal pembatalan hotel di Makkah & Madinah hantui Peak Season Umrah 2026. Chatour Travel bongkar fakta. Baca selengkapnya!

Gresik, Chatour Travel – Memasuki periode peak season umrah pada Januari hingga Februari 2026, kondisi di Tanah Suci Makkah dan Madinah dilaporkan mengalami situasi yang sangat padat (crowded). Lonjakan jamaah yang luar biasa memicu berbagai dinamika di lapangan, mulai dari pembatalan hotel secara sepihak hingga kenaikan harga yang drastis.

Direktur Chatour Travel, Khusaini Basir, dalam sebuah wawancara ekslusif membedah kondisi aktual yang terjadi di Arab Saudi saat ini. Menurutnya, fenomena ini merupakan dampak langsung dari membludaknya jamaah umrah, khususnya dari negara-negara Timur Tengah.

 Krisis Akomodasi dan Pelanggaran Komitmen Hotel

Banyak penyelenggara perjalanan umrah (PPIU) maupun jamaah yang mengeluhkan kondisi di Madinah dan Makkah. Beberapa permasalahan yang mencuat di antaranya adalah penurunan kelas hotel (downgrade) dari bintang 5 ke bintang 3, tagihan tambahan mendadak kepada jamaah dengan alasan selisih kurs dan kenaikan harga hotel yang melebihi Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga kasus pengusiran jamaah oleh pihak hotel meski sudah mendarat di Madinah.

"Kondisi tersebut memang benar terjadi. Meskipun sistem sudah diatur oleh otoritas KSA (Kingdom of Saudi Arabia), pada kenyataannya masih banyak pengelola hotel yang tidak menghiraukan nota kesepakatan (commitment letter) dengan pelanggan mereka," ujar Khusaini Basir.

Ia menambahkan bahwa pihak hotel kerap membatalkan pesanan secara sepihak dan mengembalikan pembayaran jika ada pihak lain yang berani membayar dengan harga lebih tinggi.

Lonjakan Harga Hotel Hingga 300 Persen

Kenaikan harga hotel setaraf bintang 3 di musim ini tercatat sangat signifikan. Hotel-hotel seperti Jawharat Rasyed, Sama Almasse, Olayan Golden, dan sejenisnya yang biasanya dibanderol sekitar 230 riyal per kamar per malam, kini melonjak hingga 700 riyal.

Kondisi ini memaksa banyak biro perjalanan melakukan reschedule (penjadwalan ulang) keberangkatan untuk menghindari kerugian besar dan kepadatan yang tidak terkontrol.

Dokumentasi Keberangkat Satu Pesawat Jamaah Chatour Travel 21 Januari 2026 Foto: Dok Media Chatour

Strategi Chatour Travel: Pengalaman 18 Tahun Jadi Kunci

Di tengah situasi yang tidak menentu tersebut, Chatour Travel memastikan seluruh jamaahnya tetap mendapatkan fasilitas sesuai kontrak awal tanpa ada biaya tambahan.

Sesuai arahan CEO Chatour Travel, H. Muhibbin Billah, perusahaan telah melakukan antisipasi sejak pertengahan November. Dengan pengalaman selama 18 tahun di industri umrah dan haji, Chatour Travel telah memetakan siklus tahunan dan melakukan simulasi mitigasi risiko.

"Selama Periode Novermber 2025 hingga Januari 2026 ini, Chatour Travel tidak menerapkan penambahan biaya secara mendadak maupun downgrade fasilitas seperti yang terjadi di tempat lain," tegas Khusaini Basir.

Langkah strategis yang diambil adalah mengikat komitmen kuat dengan pihak hotel jauh-jauh hari. Hasilnya, meski saat ini mengelola sekitar 1.400 jamaah dengan berbagai paket variatif selama periode Januari 2026, Chatour Travel tetap mampu memberikan kepastian keberangkatan dan pelayanan ekstra bagi para jamaahnya. Keberhasilan ini membuktikan bahwa pemetaan matang dan integritas perusahaan menjadi kunci utama dalam mengantisipasi Peak Season puncak umrah tahun 2026.

Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: RedaksI CHA

Chat kami melalui WhatsApp

CS Chatour Official 082224332700
Mulai Chat