Chatour Travel, Gresik – Panggilan menuju Baitullah kerap datang dengan cara yang tak terduga, bahkan di tengah ujian hidup yang paling berat. Hal inilah yang dialami pasangan suami istri asal Mojokerto, Ibu Indar Setiati dan Bapak Bambang Parikesit. Meski baru saja kehilangan tempat tinggal dan unit usaha akibat kebakaran hebat, keduanya tetap teguh pada niat mereka untuk berangkat umroh bersama Chatour Travel pada 17 Desember 2025.
Kisah penuh keteguhan iman ini terungkap dalam sesi manasik umroh di kantor Chatour Travel, Sabtu (13/12). Dengan suara tenang dan penuh keyakinan, Ibu Indar menceritakan bagaimana musibah besar tersebut sama sekali tidak menggoyahkan niatnya untuk memenuhi panggilan Allah SWT.
Kehilangan Harta, Tak Goyahkan Niat ke Baitullah
Ibu Indar mengungkapkan bahwa niatnya untuk berangkat umroh sebenarnya sudah tertanam sejak dua tahun lalu. Perkenalannya dengan agen resmi Chatour Travel Mojokerto, Ibu Lia Damayanti, menjadi titik balik yang cepat.
“Dalam waktu satu jam saya memutuskan untuk daftar, karena hati sudah klik. Qadarullah,” ungkap Ibu Indar.
Ujian datang hanya berselang beberapa hari setelah pendaftaran. Kebakaran hebat melanda kediaman mereka dan menghanguskan beberapa unit usaha, termasuk kafe yang menjadi sumber penghidupan keluarga. Namun, bagi pasangan ini, musibah tersebut bukan alasan untuk mundur.
“Besar ya besar. Kalau kebakaran rumah yang menghanguskan beberapa tempat usaha, itu bukan hal kecil. Tapi itu tidak pernah mengurungkan niat kami untuk memenuhi panggilan-Nya,” tegas Ibu Indar.

Dokumentasi Jamaah di Makkah
Memaknai Panggilan Baitullah di Tengah Ujian
Apa yang dialami keluarga Ibu Indar merupakan refleksi nyata bahwa panggilan Baitullah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual untuk kembali kepada fitrah. Panggilan ini sering kali ditandai dengan tanda-tanda spiritual tertentu:
Rindu yang Mendalam: Hati merasa terpaut pada Ka’bah dan merasa damai saat mendengar lantunan talbiyah.
Ketenangan Hati: Muncul rasa damai yang luar biasa meski sedang menghadapi keraguan atau ujian hidup.
Dorongan Memantaskan Diri: Adanya kesadaran untuk memperbaiki ibadah dan menyucikan niat.
Bapak Bambang Parikesit menegaskan bahwa keberangkatan ini adalah harapan agar musibah yang dialami membawa keberkahan. “Kami mohon doa restu agar diberi kelancaran dan kesehatan dari berangkat sampai pulang kembali,” harapnya.
Menanggapi keteguhan hati jamaahnya, Nanang Fachruroji, Amd, CAH, CAU, selaku Tour Leader Chatour Travel, memberikan pandangan mendalam mengenai cara menyikapi panggilan Baitullah dan Ziarah ke Rasulullah SAW. Menurutnya, ketika tanda-tanda rindu mulai hadir, ada tiga sikap utama yang harus diambil oleh seorang hamba:
Jangan Menunda: Jika rindu itu muncul, segera persiapkan diri. Menurutnya, menunda niat baik saat panggilan sudah terasa di hati dapat menghambat keberangkatan.
Terus Berdoa: Rindu yang tulus adalah bentuk doa. Teruslah mengetuk pintu langit agar diberi kemampuan dan kemudahan jalan menuju Tanah Suci.
Bersyukur: Menerima panggilan dengan rasa syukur yang mendalam, sebab tidak semua orang mendapatkan undangan istimewa untuk menjadi tamu Allah di saat yang tepat.
“Panggilan ini adalah anugerah agung, sebuah perjalanan spiritual untuk kembali kepada fitrah sesuai firman Allah dalam QS. Al-Hajj: 27,” tutur Nanang Fachruroji.
Panduan Persiapan Dokumen Umroh
Bagi masyarakat yang merasakan getaran rindu yang sama, Chatour Travel mengajak untuk segera mengamankan seat keberangkatan dengan DP mulai Rp5 juta. Selain kesiapan mental, dokumen administratif juga harus dipersiapkan sejak dini agar tidak menghambat keberangkatan:
- Dokumen Pribadi: Paspor (masa berlaku min. 6 bulan), KTP, KK, Akta Lahir/Buku Nikah, dan pas foto 4x6 latar putih.
- Dokumen Perjalanan: Visa Umroh, Tiket PP, dan bukti booking hotel yang valid.
- Dokumen Kesehatan: Kartu Kuning Vaksin Meningitis & Polio, serta obat-obatan pribadi.
Kisah keluarga Ibu Indar menjadi bukti nyata bahwa jika hati sudah "klik" dan Allah sudah mengundang, maka tidak ada satu pun hambatan duniawi—termasuk musibah kebakaran—yang mampu menghalangi langkah menuju Haromain.
Sampai Jumpa di Haromain!
Penulis: Tim Redaksi Chatour News
Narasumber: Nanang Fachruroji, Indar Setiati, Bambang Parikesit