Chatour Travel, Gresik — Lonjakan harga hotel di Makkah dan Madinah pada periode umroh Peak Season memicu kekhawatiran pembengkakan biaya perjalanan (over budget) bagi jamaah Indonesia. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga periode Januari, Februari, bahkan Maret 2026, seiring meningkatnya arus jamaah dari berbagai negara.
Dalam praktik industri perjalanan ibadah, musim keberangkatan umroh terbagi menjadi Low Season, High Season, dan Peak Season. Pada fase Peak Season, tingkat permintaan melonjak tajam, sementara kapasitas layanan, khususnya akomodasi hotel di dua kota suci, tidak dapat bertambah secara signifikan.
Sejumlah laporan dan pantauan pelaku industri menunjukkan bahwa sejak akhir November 2025, pasar hotel di Makkah dan Madinah mengalami tekanan tinggi. Lonjakan jamaah internasional tidak diimbangi dengan ketersediaan kamar, sehingga memicu persaingan ketat antarpenyelenggara perjalanan. Situasi ini mendorong kenaikan harga kamar secara drastis dan berlipat.
Secara ekonomi, kondisi tersebut mencerminkan mekanisme pasar ketika permintaan melampaui pasokan. Dalam konteks umroh Peak Season, ketidakseimbangan ini berpotensi menimbulkan ketidakpastian biaya bagi jamaah apabila tidak diantisipasi sejak awal.
Menanggapi situasi tersebut, Chatour Travel mengimbau jamaah untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umroh. Perusahaan mengingatkan agar jamaah tidak mudah tergiur penawaran harga murah yang tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan, terutama di tengah lonjakan harga akomodasi.
Manajemen Chatour Travel menyebutkan bahwa edukasi terkait transparansi harga telah disampaikan secara berkala kepada para user, agen, mitra, dan calon jamaah, baik pada periode High Season maupun Peak Season. Namun demikian, sebagian calon jamaah memilih menunda keberangkatan atau mencari alternatif lain yang dianggap lebih murah.
“Kami memilih pendekatan dialog terbuka. Jika terjadi over budget, kondisi disampaikan apa adanya kepada jamaah. Jika disepakati, maka perjalanan dilanjutkan. Jika tidak, kami memberikan opsi reschedule atau refund,” ujar CEO Chatour Travel, Bapak Muhibbin Billah.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah membaca potensi lonjakan harga ini jauh sebelum banyak penyelenggara umroh melakukan penyesuaian besar-besaran menjelang keberangkatan.
Seperti yang pernah kami tulis pada artikel sebelumnya tentang kesiapan dan antisipasi yang dilakukan oleh Bapak Muhibbin Billah, menurutnya penyesuaian harga tetap dilakukan secara terukur, berdasarkan perhitungan matang, dan disampaikan secara transparan kepada jamaah.
Di tengah dinamika pasar tersebut, paket-paket umroh yang telah dipublikasikan Chatour Travel untuk periode Januari hingga Ramadhan dan Syawal justru mencatat peningkatan peminat. Konsistensi dalam menjaga kejujuran harga dan keterbukaan informasi dinilai menjadi faktor utama meningkatnya kepercayaan jamaah.
Hingga akhir 2025, Chatour Travel mencatat sekitar 75 persen jamaah yang diberangkatkan merupakan jamaah repeat order. Capaian ini mencerminkan tingkat kepuasan jamaah serta keberlanjutan kepercayaan terhadap layanan yang diberikan perusahaan.
Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: RedaksI CHA